Selasa, 01 November 2016

BISNIS/USAHA


PERENCANAAN DAN PEREKRUTAN TENAGA KERJA DALAM BISNIS/USAHA

Pada tugas ke-2 ini akan membahas mengenai sebuah bisnis/usaha yang melakukan perencanaan dan perekrutan tenaga kerja. Faktor terpenting yang dibutuhkan untuk membangun sebuah bisnis/usaha adalah adanya sumber daya manusia. Dalam membentuk sebuah bisnis/usaha pasti akan melakukan perencanaan dan perekrutan tenaga kerja. Faktor dalam membuat perencanaan bisnis/usaha adalah Bisnis/usaha apa yang akan dibentuk, bisnis/usaha seperti apa yang akan dibangun, komitmen apa yang akan dibuat dalam menjalankan bisnis/usaha tersebut. Adapula tahap-tahap perencanaan dan perekrutan tenaga kerja tersebut, yaitu:

1.      Pemilihan Media Iklan Lowongan
Pada tahapan ini perlu ditentukan media iklan yang akan kita pilih, misal surat kabar, internet, pengumuman lowongan internal, pengumuman di kampus-kampus, referensi dll. Pada umumnya iklan lowongan kerja diinformasikan melalui internet maupun surat kabar namun ada beberapa jabatan yang tidak melalui media tersebut, nah berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemilihan media atau sumber karyawan yang sedang kita cari :
a.     Resiko Jabatan
Meskipun resiko jabatan ini cukup jarang menjadi bahan pertimbangan tapi tidak ada salahnya untuk sedikit diulas. Contoh kasus kita sedang membutuhkan seorang Driver / Sopir kendaraan operasional kantor, maka pemilihan media atau cara yang paling tepat adalah melalui referensi dari rekan kerja, saudara atau orang-orang yang kita kenal.  Mengapa demikian ? karena seorang sopir dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari adalah membawa kendaraan perusahaan dan karyawan, hal ini rawan tindak kejahatan, entah mobil dibawa kabur atau sopir tersebut melakukan tindakan kejahatan lainnya pada saat membawa karyawan perusahaan. Sehingga atas dasar alasan inilah maka alangkah baiknya jika kita akan rekrut seorang sopir maka harus melalui referensi dari orang-orang terdekat yang kita kenal.
Bagaimana dengan perusahaan jasa transportasi atau logistic? Tentunya perusahaan akan kesulitan mendapatkan kandidat jika hanya mengandalkan referensi, sehingga iklan lowongan bisa dipasang di media lain. Namun jangan lupa pagar-pagar yang membatasi timbulnya tindak kejahatan seorang sopir harus dibuat sedemikian rupa agar tindak kejahatan yang akan timbul sudah dapat diantisipasi. Langkah ini dilakukan misal dengan cara seorang kandidat sopir dalam sebuah lamarannya wajib melampirkan dokumen-dokumen identitas penting sopir (KTP, SIM, SKCK, KK, Akta Nikah, dan dokumen pendukung lainnya).
b.     Target Sasaran
Apabila perusahaan membutuhkan beberapa karyawan magang maka alangkah baiknya langkah yang diambil adalah menjalin kerja sama dengan pihak kampus untuk memberikan kepada mahasiswa yang ingin magang, tentunya sesuai dengan kualifikasi yang kita inginkan.

2.      Proses desain iklan lowongan kerja
Iklan lowongan kerja yang ditayangkan umumnya meliputi informasi tentang kaulifikasi calon karyawan (pendidikan, umur, pengalaman kerja, domisili karyawan dll), tugas dan tanggung jawab yang akan dilakukan dan yang terakhir adalah cara melamar posisi tersebut.
Dalam desain iklan lowongan kerja usahakan agar kita memberikan informasi inti mengenai syarat yang harus dimiliki oleh calon pelamar, ini penting agar kita tidak kehabisan waktu karena calon pelamar banyak yang tidak sesuai dengan kaulifikasi yang kita minta.

3.      Seleksi administratif calon karyawan
Berkas yang masuk di meja HRD harus segera dilakukan proses penyaringan, hal-hal yang biasanya menjadi jaring bagi para calon pelamar adalah merujuk pada kualifikasi yang kita inginkan dan kesesuaian syarat yang diajukan oleh user / calon atasan karyawan.

4.      Test Psikologi
Tujuan dari test ini adalah untuk mencari kandidat yang paling tepat sesuai kriteria dan karakter jabatan yang sedang dibutuhkan. Saat ini buku-buku panduan tentang test ini banyak dijual di toko-toko buku, sehingga dapat dipelajari meskipun tidak semuanya.

5.      Interview HRD
Pada tahap ini HRD akan memanggil beberapa kandidat yang terbaik sesuai hasil psikotest. Sebagai pedoman dalam melakukan wawancara adalah “STAR” yaitusituation (deskripsi tentang situasi kerja yang selama ini dijalankan), Task (tugas-tugas yang pernah dijalankan dan bagaimana pelakasanaanya.), action (tindakan yang dilakukan pada situasi dan tugas tertentu), result (menggambarkan dari tindakan yang pernah dilakukan). Pedoman tersebut adalah teknik wawancara yaitu Behavioral Event Interview (BEI) yaitu teknik wawancar untuk menggali informasi apa yang pernah dilakukan secara nyata oleh calon karyawan.

6.      Interview dengan user / calon atasan
Pada tahap ini calon karyawan akan diuji keahliannya berdasarkan pengalaman kerja yang pernah dilakukan pada pekerjaan sebelumnya.

7.      Negosiasi Gaji
Pada tahap ini antara calon karyawan dengan perusahaan akan bernegosiasi tentang gaji yang diminta oleh karyawan dan gaji yang bisa diberikan oleh perusahaan. Gaji yang ditawarkan biasanya merujuk pada struktur gaji yang telah disusun oleh perusahaan berdasarkan jobdesc masing-masing jabatan.

Selanjutnya pada pembahasan mengenai tanggung jawab social. Sebagai pebisnis/pengusaha mereka merupakan orang yang pandai dan berbakat dalam melihat peluang bisnis/usaha yang ada dengan resiko untung dan rugi yang dapat dikatakan cukup besar. Oleh Karena itu, seorang pebisnis/pengusaha yang sering disebut wirausahawan harus memiliki mental yang kuat dalam menghapadi sebuah permasalahan yang menguntungkan/merugikan bisnis/usahanya. Wirausahawan dalam menjalankan usaha/ bisnisnya harus percaya diri dengan keputusan yang akan diambil, kreatif, inovatif, dan mempunyai pendirian yang kuat. Untuk memulai sebuah bisnis/usaha harus ada perencanaan yang matang. Perencanaan merupakan bagian yang terpenting dari semua fungsi management untuk memulai sebuah bisnis/usaha.
Setelah mempunyai perencanaan yang matang, wirausahawan dapat merekrut sumber daya manusia. Apasih sumber daya manusia itu ? Sumber Daya Manusia atau sering disingkat dengan SDM adalah kemampuan daya piker dan daya fisik yang dimiliki setiap individu, dimana perliaku dan sifat yang dimiliki ditentukan oleh faktor keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh sebuah keinginan untuk mencapai sebuah tujuan guna memenuhi kepuasannya. Seorang wirausahawan harus merekrut SDM yang tidak hanya pintar, akan tetapi SDM yang ingin bekerja keras dan memiliki passion yang sama namun yang paling utama adalah kecintaan terhadap pekerjaan yang dimilikinya. Tahap-tahap dalam menjalankan ke wirausahawan;

1.       Mulailah dari mimpi dan imajinasi
Dengan mimpi dan keyakinanlah seharusnya produk-produk kita ditawarkan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa. Dengan mimpi tidak ada keterbatasan dan kata tidak mungkin, sehingga bisa berkreasi tanpa batas.

2.       Mencintai produk atau servis yang ditawarkan
Mencintai produk yang ditawarkan akan menjadikan pekerjaan kita lebih menyenangkan. Dan karena kita mencintai produk, juga akan lebih mudah meyakinkan pelanggan.

3.       Antusiasme dan keuletan
Antusiasme dan keuletan adalah pertanda cinta dan keyakinan. Sikap malas dan ogah-ogahan hanya akan membuat usaha kita tertinggal

4.       Pelajari dasar-dasar bisnis
Pengetahuan adalah kunci keberhasilan, tidak akan ada sukses tanpa pengetahuan. Belajar dengan orang-orang yang telah sukses akan membantu dan memotivasi kita ketika melewati masa-masa sulit.

5.       Berani mengambil resiko
Harus di ingat hasil yang di capai akan proporsional dengan resiko yang di ambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil.

6.       Mencari masukan dan nasehat tanpa mengabaikan kata hati
Seorang pengusaha selalu mencari nasehat, saran, dan kritik dari berbagai pihak. Tapi keputusan terakhir ada di tangan pengusaha itu sendiri, apabila sudah terlatih, kita akan tahu pilihan mana yang paling baik untuk bisnis kita.

7.       Lakukan komunikasi dengan baik
Kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan sangat membantu mengembangkan usaha. Kepiawaian dalam berkomunikasi adalah kunci sukses memasarkan produk.

8.       Kerja keras
Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerja keras. Pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan peluang bisnis yang baik. Ciri-ciri mereka tak kenal lelah dan putus asa.

9.       Menjalin relasi
Tidak ada pebisnis manapun yang mampu berjalan sendiri. Peran teman, mitra, pelanggan, klien akan sangat membantu terhadap perkembangan bisnis. Dari mereka akan di dapat saran, kritik, dan masukan, atau bahkan bantuan di masa-masa sulit. Maka seorang pebisnis dituntut pandai bergaul, dan menjalin relasi seluas-luasnya.

10.   Berani menghadapi kegagalan
Inilah mental yang harus di miliki oleh pengusaha. Kegagalan bukan berarti tidak berhasil, tapi justru upaya yang telah kita lakukan semakin mendekat pada keberhasilan. Karena tidak ada kegagalan kalau kita tidak melakukan apa-apa.

Mata Kuliah                : Pengantar Bisnis Informatika
NPM/Nama/Kelas       : 55413733 / Muhamad Iqbal / 4IA23
Materi Tugas               : Perencanaan, Perekrutan Tenaga Kerja, dan Tanggung Jawab Sosial
Dosen                          : Rina Noviana

Tugas Ke-                   : 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar