PERENCANAAN
DAN PEREKRUTAN TENAGA KERJA DALAM BISNIS/USAHA
Pada tugas ke-2 ini akan membahas mengenai sebuah bisnis/usaha yang melakukan perencanaan dan perekrutan tenaga kerja. Faktor terpenting yang dibutuhkan untuk membangun sebuah bisnis/usaha adalah adanya sumber daya manusia. Dalam membentuk sebuah bisnis/usaha pasti akan melakukan perencanaan dan perekrutan tenaga kerja. Faktor dalam membuat perencanaan bisnis/usaha adalah Bisnis/usaha apa yang akan dibentuk, bisnis/usaha seperti apa yang akan dibangun, komitmen apa yang akan dibuat dalam menjalankan bisnis/usaha tersebut. Adapula tahap-tahap perencanaan dan perekrutan tenaga kerja tersebut, yaitu:
1.
Pemilihan Media Iklan Lowongan
Pada
tahapan ini perlu ditentukan media iklan yang akan kita pilih, misal surat
kabar, internet, pengumuman lowongan internal, pengumuman di kampus-kampus,
referensi dll. Pada umumnya iklan lowongan kerja diinformasikan melalui
internet maupun surat kabar namun ada beberapa jabatan yang tidak melalui media
tersebut, nah berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses
pemilihan media atau sumber karyawan yang sedang kita cari :
a. Resiko
Jabatan
Meskipun
resiko jabatan ini cukup jarang menjadi bahan pertimbangan tapi tidak ada
salahnya untuk sedikit diulas. Contoh kasus kita sedang membutuhkan seorang
Driver / Sopir kendaraan operasional kantor, maka pemilihan media atau cara
yang paling tepat adalah melalui referensi dari rekan kerja, saudara atau
orang-orang yang kita kenal. Mengapa demikian ? karena seorang sopir
dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari adalah membawa kendaraan perusahaan
dan karyawan, hal ini rawan tindak kejahatan, entah mobil dibawa kabur atau
sopir tersebut melakukan tindakan kejahatan lainnya pada saat membawa karyawan
perusahaan. Sehingga atas dasar alasan inilah maka alangkah baiknya jika kita
akan rekrut seorang sopir maka harus melalui referensi dari orang-orang
terdekat yang kita kenal.
Bagaimana
dengan perusahaan jasa transportasi atau logistic? Tentunya perusahaan akan
kesulitan mendapatkan kandidat jika hanya mengandalkan referensi, sehingga
iklan lowongan bisa dipasang di media lain. Namun jangan lupa pagar-pagar yang
membatasi timbulnya tindak kejahatan seorang sopir harus dibuat sedemikian rupa
agar tindak kejahatan yang akan timbul sudah dapat diantisipasi. Langkah ini
dilakukan misal dengan cara seorang kandidat sopir dalam sebuah lamarannya
wajib melampirkan dokumen-dokumen identitas penting sopir (KTP, SIM, SKCK, KK,
Akta Nikah, dan dokumen pendukung lainnya).
b.
Target Sasaran
Apabila
perusahaan membutuhkan beberapa karyawan magang maka alangkah baiknya langkah
yang diambil adalah menjalin kerja sama dengan pihak kampus untuk memberikan
kepada mahasiswa yang ingin magang, tentunya sesuai dengan kualifikasi yang
kita inginkan.
2.
Proses desain iklan lowongan kerja
Iklan
lowongan kerja yang ditayangkan umumnya meliputi informasi tentang kaulifikasi
calon karyawan (pendidikan, umur, pengalaman kerja, domisili
karyawan dll), tugas dan tanggung jawab yang akan dilakukan dan yang
terakhir adalah cara melamar posisi tersebut.
Dalam
desain iklan lowongan kerja usahakan agar kita memberikan informasi inti
mengenai syarat yang harus dimiliki oleh calon pelamar, ini penting agar kita
tidak kehabisan waktu karena calon pelamar banyak yang tidak sesuai dengan
kaulifikasi yang kita minta.
3.
Seleksi administratif calon karyawan
Berkas
yang masuk di meja HRD harus segera dilakukan proses penyaringan, hal-hal yang
biasanya menjadi jaring bagi para calon pelamar adalah merujuk pada kualifikasi
yang kita inginkan dan kesesuaian syarat yang diajukan oleh user / calon atasan
karyawan.
4.
Test Psikologi
Tujuan
dari test ini adalah untuk mencari kandidat yang paling tepat sesuai kriteria
dan karakter jabatan yang sedang dibutuhkan. Saat ini buku-buku panduan tentang
test ini banyak dijual di toko-toko buku, sehingga dapat dipelajari meskipun
tidak semuanya.
5.
Interview HRD
Pada
tahap ini HRD akan memanggil beberapa kandidat yang terbaik sesuai hasil
psikotest. Sebagai pedoman dalam melakukan wawancara adalah “STAR”
yaitusituation (deskripsi tentang situasi kerja yang selama ini
dijalankan), Task (tugas-tugas yang pernah dijalankan dan bagaimana
pelakasanaanya.), action (tindakan yang dilakukan pada situasi dan
tugas tertentu), result (menggambarkan dari tindakan yang pernah
dilakukan). Pedoman tersebut adalah teknik wawancara yaitu Behavioral
Event Interview (BEI) yaitu teknik wawancar untuk menggali informasi apa
yang pernah dilakukan secara nyata oleh calon karyawan.
6.
Interview dengan user / calon atasan
Pada
tahap ini calon karyawan akan diuji keahliannya berdasarkan pengalaman kerja
yang pernah dilakukan pada pekerjaan sebelumnya.
7.
Negosiasi Gaji
Pada
tahap ini antara calon karyawan dengan perusahaan akan bernegosiasi tentang
gaji yang diminta oleh karyawan dan gaji yang bisa diberikan oleh perusahaan.
Gaji yang ditawarkan biasanya merujuk pada struktur gaji yang telah disusun
oleh perusahaan berdasarkan jobdesc masing-masing jabatan.
Selanjutnya
pada pembahasan mengenai tanggung jawab social. Sebagai
pebisnis/pengusaha mereka merupakan orang yang pandai dan berbakat dalam
melihat peluang bisnis/usaha yang ada dengan resiko untung dan rugi yang dapat
dikatakan cukup besar. Oleh Karena itu, seorang pebisnis/pengusaha yang sering
disebut wirausahawan harus memiliki mental yang kuat dalam menghapadi sebuah
permasalahan yang menguntungkan/merugikan bisnis/usahanya. Wirausahawan dalam
menjalankan usaha/ bisnisnya harus percaya diri dengan keputusan yang akan
diambil, kreatif, inovatif, dan mempunyai pendirian yang kuat. Untuk memulai
sebuah bisnis/usaha harus ada perencanaan yang matang. Perencanaan merupakan
bagian yang terpenting dari semua fungsi management untuk memulai sebuah
bisnis/usaha.
Setelah
mempunyai perencanaan yang matang, wirausahawan dapat merekrut sumber daya
manusia. Apasih sumber daya manusia itu ? Sumber Daya Manusia atau sering
disingkat dengan SDM adalah kemampuan daya piker dan daya fisik yang dimiliki
setiap individu, dimana perliaku dan sifat yang dimiliki ditentukan oleh faktor
keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh sebuah
keinginan untuk mencapai sebuah tujuan guna memenuhi kepuasannya. Seorang
wirausahawan harus merekrut SDM yang tidak hanya pintar, akan tetapi SDM yang
ingin bekerja keras dan memiliki passion yang sama namun yang paling utama
adalah kecintaan terhadap pekerjaan yang dimilikinya. Tahap-tahap dalam
menjalankan ke wirausahawan;
1. Mulailah
dari mimpi dan imajinasi
Dengan
mimpi dan keyakinanlah seharusnya produk-produk kita ditawarkan. Hanya seorang
pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat terobosan dalam produk, cara
pelayanan, jasa. Dengan mimpi tidak ada keterbatasan dan kata tidak mungkin,
sehingga bisa berkreasi tanpa batas.
2. Mencintai
produk atau servis yang ditawarkan
Mencintai
produk yang ditawarkan akan menjadikan pekerjaan kita lebih menyenangkan. Dan
karena kita mencintai produk, juga akan lebih mudah meyakinkan pelanggan.
3. Antusiasme
dan keuletan
Antusiasme
dan keuletan adalah pertanda cinta dan keyakinan. Sikap malas dan ogah-ogahan
hanya akan membuat usaha kita tertinggal
4. Pelajari
dasar-dasar bisnis
Pengetahuan
adalah kunci keberhasilan, tidak akan ada sukses tanpa pengetahuan. Belajar
dengan orang-orang yang telah sukses akan membantu dan memotivasi kita ketika
melewati masa-masa sulit.
5. Berani
mengambil resiko
Harus
di ingat hasil yang di capai akan proporsional dengan resiko yang di ambil.
Sebuah resiko yang diperhitungkan akan lebih banyak memberikan kemungkinan
berhasil.
6. Mencari
masukan dan nasehat tanpa mengabaikan kata hati
Seorang
pengusaha selalu mencari nasehat, saran, dan kritik dari berbagai pihak. Tapi
keputusan terakhir ada di tangan pengusaha itu sendiri, apabila sudah terlatih,
kita akan tahu pilihan mana yang paling baik untuk bisnis kita.
7. Lakukan
komunikasi dengan baik
Kemampuan
untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan sangat membantu
mengembangkan usaha. Kepiawaian dalam berkomunikasi adalah kunci sukses
memasarkan produk.
8. Kerja
keras
Entrepreneur
sejati tidak pernah lepas dari kerja keras. Pada saat tidurpun otaknya bekerja
dan berpikir akan peluang bisnis yang baik. Ciri-ciri mereka tak kenal lelah
dan putus asa.
9. Menjalin
relasi
Tidak
ada pebisnis manapun yang mampu berjalan sendiri. Peran teman, mitra,
pelanggan, klien akan sangat membantu terhadap perkembangan bisnis. Dari mereka
akan di dapat saran, kritik, dan masukan, atau bahkan bantuan di masa-masa
sulit. Maka seorang pebisnis dituntut pandai bergaul, dan menjalin relasi
seluas-luasnya.
10. Berani
menghadapi kegagalan
Inilah
mental yang harus di miliki oleh pengusaha. Kegagalan bukan berarti tidak
berhasil, tapi justru upaya yang telah kita lakukan semakin mendekat pada
keberhasilan. Karena tidak ada kegagalan kalau kita tidak melakukan apa-apa.
Mata Kuliah
: Pengantar Bisnis Informatika
NPM/Nama/Kelas
: 55413733 / Muhamad Iqbal / 4IA23
Materi
Tugas
: Perencanaan, Perekrutan Tenaga Kerja, dan Tanggung Jawab Sosial
Dosen
: Rina Noviana
Tugas
Ke-
: 2


Tidak ada komentar:
Posting Komentar